Tito Karnavian: NTB Harus Kurangi Ketergantungan Ekspor Tambang
Mendagri Tito Karnavian minta NTB tak hanya andalkan ekspor tambang, tapi juga pacu pariwisata, pertanian, dan perikanan untuk pertumbuhan ekonomi
Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Prof Dr H Muhammad Tito Karnavian, menyoroti penurunan angka pertumbuhan ekonomi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan menyarankan agar ketergantungan pada sektor ekspor tambang mulai dikurangi.
Pernyataan ini disampaikan Mendagri saat menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan Provinsi (MusrenbangProv) di Hotel Lombok Raya, Mataram, Rabu (04/06/2025).
“Ketergantungan NTB pada ekspor tambang berdampak pada kontribusi angka pertumbuhan ekonomi. Kalau ada beberapa daerah maka berpengaruh pada angka pertumbuhan ekonomi nasional,”
– Tito Karnavian
Tito menegaskan bahwa angka pertumbuhan ekonomi penting sebagai indikator kuantitatif untuk memetakan kesejahteraan masyarakat. Ia mendorong Pemprov NTB agar mulai mengembangkan sektor lain seperti pariwisata, pertanian, dan perikanan sebagai motor baru ekonomi jangka panjang.
Fokus Jangka Panjang: Sektor Riil dan Berkelanjutan
Dalam paparannya, Tito menyebut bahwa sektor tambang memang memberikan dampak besar secara instan, namun tidak bisa diandalkan terus-menerus. Diversifikasi ekonomi menjadi solusi agar NTB tidak terlalu terdampak oleh fluktuasi ekspor komoditas tambang.
“Kita perlu fokus ke sektor riil yang berkelanjutan. Pariwisata NTB punya potensi besar, begitu juga sektor pertanian dan kelautan,” imbuhnya.
Pernyataan ini juga menegaskan pentingnya perencanaan ekonomi daerah yang adaptif terhadap tantangan global dan nasional, serta memperkuat ketahanan ekonomi lokal.
Sumber: Pemprov NTB



