Budaya Tanggap Bencana Jadi Prioritas di NTB Rawan Gempa
H. Abdul Hadi tekankan budaya tanggap bencana di NTB pada Sekolah Lapang Gempabumi dan Tsunami 2025 di Lombok Tengah, untuk minimalkan risiko korban dan kerugian.
Lombok Tengah, Lomboklite.com – Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), khususnya Pulau Lombok, dikenal sebagai wilayah rawan bencana gempa bumi dan tsunami.
Untuk itu, membangun budaya tanggap dan tangguh bencana menjadi prioritas utama guna meminimalkan risiko korban jiwa dan kerugian material.
Hal ini disampaikan Anggota Komisi V DPR RI Dapil Pulau Lombok, H. Abdul Hadi, SE., MM, saat membuka Sekolah Lapang Gempabumi dan Tsunami (SLG) 2025 di Desa Awang, Lombok Tengah, pada Sabtu (14/06/2025).
Memori kelam gempa bumi 2018 yang merenggut ratusan nyawa dan menghancurkan puluhan ribu bangunan masih membekas di hati warga NTB.
“Kita semua paham betapa pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana. SLG ini adalah langkah nyata untuk memperkuat pemahaman masyarakat tentang mitigasi bencana,” ujar Abdul Hadi.
Sekolah Lapang Gempabumi dan Tsunami merupakan program edukasi yang melibatkan berbagai pihak, seperti BMKG, BPBD, pemerintah daerah, dunia pendidikan, media, hingga masyarakat umum.
Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan jalur evakuasi, sistem peringatan dini, dan prosedur tanggap darurat agar lebih mudah dipahami warga. “Kami ingin masyarakat tidak hanya tahu, tapi juga siap bertindak saat bencana datang,” tambahnya.
Komisi V DPR RI, menurut Abdul Hadi, terus mendorong peningkatan anggaran untuk program mitigasi bencana, termasuk penguatan sistem



