Proyek Pengolahan Sampah Plastik Jadi Solar di Lombok Tengah Belum Ada Kepastian
Investasi pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar solar di Lombok Tengah masih belum jelas akibat kendala perizinan di pusat. Pemerintah daerah siap memenuhi kebutuhan bahan baku.
Lomboklite.com, Lombok Tengah – Rencana investasi pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar solar di Lombok Tengah hingga kini belum menunjukkan perkembangan yang signifikan.
Padahal, Pemerintah Daerah (Pemda) Lombok Tengah telah siap menyediakan bahan baku sampah plastik hingga 10 ton per hari dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Pengengat.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Lombok Tengah, Lalu Sarkin Junaidi, mengungkapkan bahwa kendala utama proyek ini terletak pada proses perizinan di tingkat pusat.
"Sampai sekarang belum ada kejelasan. Masalahnya ada di persyaratan perizinan yang harus melalui skema government to government (G2G), bukan langsung bisnis ke pemerintah (B2G)," jelas Sarkin saat dikonfirmasi, Kamis (15/5).
Menurutnya, investasi asing dalam proyek semacam ini memerlukan jaminan dari negara asal investor melalui duta besar. "Ini bukan berarti pemerintah pusat tidak mendukung, tapi semua harus sesuai prosedur. Jika investor benar-benar serius, kami sangat terbuka, asalkan semua regulasi dipatuhi," tambahnya.
Sebelumnya, investor asing tersebut berencana membangun pabrik pengolahan sampah plastik dengan kapasitas 10 ton per hari. Syarat utamanya, Pemda Lombok Tengah harus menjamin ketersediaan bahan baku. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Pemda bahkan telah merancang pembentukan Perusahaan Daerah (Perusda) yang akan bertugas mengumpulkan sampah plastik dari masyarakat.
"Potensi sampah plastik di Lombok Tengah sangat besar, tapi teknis pengumpulan dan kerja samanya masih perlu dibahas lebih detail," ujar Sarkin.
Proyek ini dinilai penting tidak hanya untuk mengurangi tumpukan sampah di TPA, tetapi juga menghasilkan energi alternatif yang bermanfaat. Masyarakat pun berharap agar prosesnya dapat segera terealisasi demi mendukung lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Sumber: LombokPost/JawaPos



