Audio Kokpit Ungkap Pilot Alaska Airlines Coba Matikan Mesin

Rekaman audio baru dirilis ungkap momen dramatis pilot off-duty Alaska Airlines, Joseph Emerson, coba matikan mesin pesawat karena halusinasi jamur psikedelik. Vonis 50 hari penjara dan probation. Keamanan penerbangan diuji.

Desember 12, 2025 - 06:41
 0  2
Audio Kokpit Ungkap Pilot Alaska Airlines Coba Matikan Mesin
Rekaman audio kokpit yang baru dirilis menangkap kekacauan saat pilot off-duty mencoba mematikan mesin pesawat Horizon Flight 2059 akibat pengaruh jamur psikedelik.

Lomboklite.com - Bayangkan sedang terbang tinggi di atas awan, tapi tiba-tiba kokpit berubah jadi arena perjuangan sungguhan. Itulah yang terjadi pada Horizon Flight 2059 milik Alaska Airlines dua tahun lalu, dan kini rekaman audio kokpitnya baru saja dirilis, mengungkap detail mencekam yang selama ini hanya jadi cerita samar.

Joseph Emerson, pilot off-duty yang duduk di kursi tambahan kokpit, tiba-tiba bergerak ke arah tuas merah—yang seharusnya memutus pasokan bahan bakar mesin. Suara gaduh terdengar jelas: pilot utama berteriak, "Apa yang kamu lakukan?!" sementara Emerson merespons dengan nada bingung, seolah tak percaya pada kenyataan di depannya. Pesawat saat itu membawa 84 penumpang dan kru, menuju Seattle dari Everett, Washington.

Menurut penyelidikan, Emerson mengaku sedang dalam kondisi yang aneh. Dua hari sebelumnya, ia mengonsumsi jamur psikedelik, yang membuatnya merasa seperti sedang bermimpi buruk. "Saya pikir ini hanya mimpi, dan saya harus 'bangun' dengan cara itu," katanya saat diinterogasi polisi, seperti yang tertangkap dalam video dari mobil polisi.

Tanpa tidur selama 48 jam, halusinasi itu membuatnya bertindak impulsif, mengira mematikan mesin akan mengakhiri "mimpi" itu.

Untungnya, kru pesawat bereaksi cepat. Pilot utama dan kopilot berhasil mengamankan Emerson, menjauhkannya dari panel kontrol, dan mendaratkan pesawat dengan selamat di Portland. Tak ada yang terluka, tapi insiden ini langsung memicu sorotan tajam pada protokol keamanan penerbangan, terutama soal penumpang off-duty di kokpit.

Emerson, yang kala itu berusia 37 tahun, akhirnya menghadapi pengadilan. Ia mengaku bersalah atas tuduhan federal mengganggu kru penerbangan, dan tidak bersalah atas 83 dakwaan membahayakan orang lain plus satu dakwaan membahayakan pesawat di tingkat negara bagian.

Vonisnya? 50 hari penjara—sudah dikurangi waktu yang sudah ditahan—ditambah lima tahun masa percobaan, layanan masyarakat, serta pemeriksaan rutin untuk penyalahgunaan obat-obatan dan alkohol. Keputusan ini diumumkan baru-baru ini, menandai akhir dari babak hukum yang panjang.

Kasus ini bukan cuma soal satu orang yang salah langkah, tapi pengingat besar bagi industri penerbangan. Bagaimana memastikan pilot atau kru off-duty tak membawa risiko tak terduga? FAA (Federal Aviation Administration) langsung merevisi aturan akses kokpit, dan maskapai seperti Alaska Airlines memperketat screening kesehatan mental. Di era di mana perjalanan udara jadi bagian sehari-hari, keamanan seperti ini tak boleh main-main.

Sementara Emerson kini menjalani hidup baru di luar profesi pilot, rekaman ini jadi pelajaran berharga. Ia sendiri mengungkapkan penyesalan mendalam, menyebut insiden itu sebagai "titik terendah" dalam hidupnya akibat depresi yang tak tertangani.

Bagi penumpang, ini mungkin bikin deg-degan naik pesawat, tapi juga bukti bahwa sistem keselamatan udara dirancang untuk hal-hal tak terduga seperti ini.

Apa pendapatmu soal insiden pilot Alaska Airlines jamur psikedelik ini? Bagikan di komentar, dan tetap aman saat bepergian!

Sumber:
  • Audio Kokpit Pilot Alaska Airlines - CBS News CBS News
  • Detail Insiden Joseph Emerson - KTVU Fox 2 KTVU
  • Rekaman Baru Horizon Flight 2059 - ABC7 ABC7
  • Vonis Pilot Off-Duty Alaska Airlines - KPTV KPTV

samsuhid Penulis lepas, web manager, pengusaha, kadang koresponden. Saya cuma suka berbagi hal-hal bermanfaat di dunia digital—nggak lebih, nggak kurang.