Wanita California Banjir Paket Amazon Tak Dipesan Selama Setahun

Wanita di San Jose, California, kewalahan dengan ratusan paket Amazon yang tak pernah dipesan. Penjual China salah gunakan alamatnya sebagai alamat pengembalian. Amazon akhirnya bertindak setelah cerita ini viral.

Juli 10, 2025 - 22:08
 0  2
Wanita California Banjir Paket Amazon Tak Dipesan Selama Setahun
Tumpukan paket Amazon yang tak dipesan memenuhi garasi rumah seorang wanita di San Jose, California, akibat kesalahan penjual China ( Foto:ABC7)

Lomboklite.com - Rumah seorang wanita di San Jose, California, berubah menjadi gudang dadakan akibat ratusan paket Amazon yang tak pernah ia pesan.

Selama lebih dari setahun, wanita yang menggunakan nama samaran "Kay" ini menerima kiriman paket berisi pelapis jok mobil dari penjual asal China bernama "Liusandedian" di platform Amazon.

Parahnya, alamat rumahnya disalahgunakan sebagai alamat pengembalian barang oleh penjual tersebut, membuatnya kewalahan.

Paket-paket berukuran besar ini memenuhi garasi dan halaman rumahnya, hingga tak ada lagi ruang untuk memarkir mobil. "Ini seperti mimpi buruk," ujar Kay, seperti dikutip dari laporan media lokal.

Ia menjelaskan, situasi ini menyulitkannya, terutama saat membantu ibunya yang berusia 88 tahun dan memiliki keterbatasan fisik untuk masuk ke rumah.

Lebih menyedihkan lagi, pelapis jok yang dikirimkan ternyata sering kali tidak sesuai dengan pesanan pembeli, sehingga banyak dikembalikan ke alamatnya.

Kay berulang kali menghubungi Amazon untuk menyelesaikan masalah ini. Ia bahkan mengajukan enam laporan keluhan, tetapi awalnya hanya mendapat janji kosong bahwa masalah akan segera diatasi.

Amazon sempat menyarankan agar ia mendonasikan atau membuang paket-paket tersebut, saran yang dibantah oleh Amazon sebagai kesalahpahaman.

"Mengapa ini jadi tanggung jawab saya, padahal penjual Anda yang melanggar aturan?" tanya Kay, merujuk pada kebijakan Amazon yang mewajibkan penjual internasional menyediakan alamat pengembalian di AS, label pengiriman prabayar, atau opsi pengembalian tanpa pengiriman.

Penjual "Liusandedian" ternyata bermasalah. Lebih dari 40% ulasan produk mereka di Amazon mendapat bintang satu, dan tidak ada cara bagi konsumen untuk menghubungi mereka secara langsung.

Tak ada pula jejak situs web resmi penjual ini, menimbulkan tanda tanya soal legitimasi mereka. Setelah kasus ini mendapat sorotan media, Amazon akhirnya bertindak.

Pada 9 Juli 2025, mereka mengambil semua paket dari rumah Kay dan berjanji untuk menyelesaikan masalah ini secara permanen. "Kami meminta maaf kepada pelanggan dan sedang bekerja untuk mengambil paket serta memastikan masalah ini tidak terulang," ujar juru bicara Amazon.

Kasus ini menyoroti celah dalam sistem verifikasi penjual di platform besar seperti Amazon. Meski Amazon memiliki kebijakan ketat, penyalahgunaan alamat oleh penjual nakal masih bisa terjadi, menyisakan beban bagi konsumen tak bersalah seperti Kay.

Kini, setelah setahun penuh kerepotan, Kay akhirnya bisa bernapas lega dengan garasinya yang kembali kosong.(sh)

samsuhid Penulis lepas, web manager, pengusaha, kadang koresponden. Saya cuma suka berbagi hal-hal bermanfaat di dunia digital—nggak lebih, nggak kurang.