Mataram Lumpuh Diterjang Banjir Terparah: Puluhan Ribu Jiwa Terdampak!

Banjir besar melanda Kota Mataram, Lombok, pada 6 Juli 2025, menyebabkan puluhan ribu jiwa terdampak, ratusan rumah terendam, dan kerugian miliaran rupiah. Simak dampaknya di sini.

Juli 8, 2025 - 13:15
 0  1
Mataram Lumpuh Diterjang Banjir Terparah: Puluhan Ribu Jiwa Terdampak!
Kota Mataram terendam banjir parah pada 6 Juli 2025, menyebabkan ribuan rumah terendam dan aktivitas lumpuh. (Foto: Dok)

MATARAM, Lomboklite.com – Kota Mataram, jantungnya Nusa Tenggara Barat, baru saja menghadapi salah satu bencana banjir terparah dalam sejarah modernnya.

Sejak Minggu, 6 Juli 2025, hujan deras tanpa henti mengguyur wilayah ini, mengubah jalanan dan permukiman padat penduduk menjadi lautan air.

Dampaknya? Puluhan ribu jiwa terdampak, ratusan rumah terendam, dan kerugian material yang diperkirakan mencapai miliaran rupiah.

Mataram Dikepung Air: Skala Bencana yang Mengejutkan

Hujan dengan intensitas tinggi yang dimulai Minggu siang, 6 Juli 2025, pukul 14.00 WITA, memicu luapan tiga sungai utama yang membelah Mataram: Kali Unus, Kali Ancar, dan Kali Brenyok.

Dalam waktu kurang dari enam jam, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat curah hujan ekstrem mencapai 4,2 miliar liter air yang tumpah di atas Kota Mataram.

Volume air yang luar biasa ini membuat sistem drainase kota kewalahan, dan air dengan cepat merendam permukiman warga.

Beberapa wilayah yang paling parah terdampak antara lain Lingkungan Sweta Timur, BTN Riverside, Lingkungan Gedur, BTN Sweta, Lingkungan Pengempel Indah, Kebon Duren, Kekalik Gerisak, dan Gomong.

Bahkan, di Selagalas, ketinggian air dilaporkan mencapai 1 hingga 3 meter, merendam rumah hingga lantai dua. Lima kecamatan utama Kota Mataram, yaitu Sandubaya, Mataram, Cakranegara, Sekarbela, dan Ampenan, tak luput dari kepungan air bah ini.

Dampak Kemanusiaan dan Material yang Memilukan

Data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB menunjukkan skala dampak yang sangat besar.

Total sekitar 30.000 hingga 30.833 jiwa atau 7.714 Kepala Keluarga (KK) terdampak langsung oleh banjir ini. Sebanyak 520 jiwa terpaksa mengungsi ke tempat-tempat aman seperti Asrama Haji dan Vihara.

Selain itu, 15 orang dilaporkan mengalami luka-luka. Mengenai korban jiwa, laporan awal sempat menyebutkan tidak ada korban jiwa , namun data terkini mengkonfirmasi setidaknya 1 hingga 2 korban jiwa.

Salah satu korban meninggal dunia adalah warga Ampenan yang tersengat listrik lampu penerang jalan yang terdampak banjir.

Kerusakan material juga tak kalah parah. Ratusan rumah terendam, dengan 9 unit di antaranya rusak berat. Puluhan toko terendam, satu jembatan putus, dan sejumlah kendaraan, termasuk puluhan mobil, terseret arus banjir.

Fasilitas publik vital seperti SDN 24 Cakranegara, masjid, puskesmas, hingga panti jompo juga ikut terdampak. Bahkan, tembok keliling Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Sandubaya roboh akibat terjangan air deras, menambah kekhawatiran akan dampak lingkungan.

Respons Cepat di Tengah Keterbatasan

Melihat kondisi darurat ini, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Provinsi NTB bersama BPBD Kota Mataram, TNI/Polri, Basarnas, dan relawan bergerak cepat melakukan evakuasi dan penanganan darurat.

Evakuasi dramatis menggunakan perahu karet dilakukan untuk menyelamatkan warga yang terjebak. Posko pengungsian didirikan, dan distribusi bantuan seperti makanan siap saji, air bersih, terpal, serta selimut segera dilakukan.

Palang Merah Indonesia (PMI) NTB juga siaga di posko obat-obatan untuk menangani korban yang terserang gatal-gatal pasca-banjir.

Meskipun hujan telah mereda, genangan air masih tinggi di banyak titik. BMKG pun telah mengeluarkan peringatan potensi banjir susulan jika hujan kembali turun, serta potensi gelombang laut tinggi di perairan NTB.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada, tidak membuang sampah ke saluran air, membersihkan drainase, dan segera mengevakuasi diri bila air naik mendadak.

Banjir ini menjadi pengingat keras akan pentingnya peninjauan ulang tata ruang kota dan pengelolaan lingkungan yang lebih baik di Mataram. Bencana ini bukan hanya tentang cuaca ekstrem, tetapi juga tentang bagaimana kota ini dibangun dan dikelola.

Sumber:
  1. Lombok Post - UPDATE KORBAN BANJIR MATARAM, 30 Ribu Jiwa Terdampak, Evakuasi Massal Digelar! Lombok Post
  2. Lombok Post - KONDISI TERKINI Banjir Mataram, Ribuan Jiwa jadi Korban, 201 Rumah Terdampak! Lombok Post
  3. Kumparan - Banjir Mengerikan di Mataram NTB: 30.000 Jiwa Terdampak, 1 Orang Meninggal Kumparan
  4. ANTARA News Mataram - Banjir Mataram disebabkan empat faktor cuaca, Ini penjelasan BMKG ANTARA News Mataram
  5. Kompas.com - Banjir Landa Kota Mataram, Curah Hujan Tercatat 4,2 Miliar Liter dalam 6 Jam Kompas.com
  6. Radar Lombok - Tembok Roboh, Mobil Terseret dan Permukiman Terendam Banjir di Mataram Radar Lombok
  7. Suara NTB - Puluhan Mobil Hanyut, 30 Ribu Jiwa Terdampak Banjir Mataram Suara NTB
  8. NTBSatu - BREAKING NEWS: Dua Korban Banjir di Mataram dan Lombok Barat Meninggal Tersengat Listrik NTBSatu
  9. ANTARA News - Gubernur NTB Meliburkan ASN untuk Gotong Royong Pasca Banjir Mataram ANTARA News

samsuhid Penulis lepas, web manager, pengusaha, kadang koresponden. Saya cuma suka berbagi hal-hal bermanfaat di dunia digital—nggak lebih, nggak kurang.