Tokoh Agama & BMKG Bersatu Jaga Hutan Lawan Krisis Iklim 2025

BMKG & IRI Indonesia ajak tokoh agama hadapi krisis iklim lewat nilai spiritual & ilmu. Lindungi hutan, kurangi karhutla untuk masa depan Lombok!

Juni 14, 2025 - 20:15
 0  0
Tokoh Agama & BMKG Bersatu Jaga Hutan Lawan Krisis Iklim 2025
Tokoh agama bersatu dengan BMKG dan IRI Indonesia untuk melawan krisis iklim dan menjaga hutan tropis di acara Jakarta, 11-12 Juni 2025. ( Dok : Website BMKG)

Lomboklite.com, Jakarta - Krisis iklim bukan cuma urusan ilmuwan atau pemerintah, tapi juga kita semua, termasuk para tokoh agama! Di Jakarta, 11-12 Juni 2025, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bareng Interfaith Rainforest Initiative (IRI) Indonesia ngadain acara keren bertajuk “Pembekelan Ilmiah Pemuka Agama tentang Hutan, Manusia, dan Bumi”.

Misi mereka? Ngajak tokoh agama dari berbagai keyakinan buat jadi agen perubahan dalam ngelindungin alam, khususnya hutan tropis yang jadi “paru-paru” dunia.

Tri Handoko Seto, Deputi Modifikasi Cuaca BMKG, yang wakilin Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, bilang kalau tokoh agama punya power besar buat nggerakin masyarakat.

“Dengan sentuhan spiritual, mereka bisa bikin umat sadar pentingnya jaga lingkungan, hidup ramah alam, sampai dorong kerja sama lintas agama,” ujar Seto.

Bayangin, bro, kalau khotbah atau ceramah di rumah ibadah ngomongin soal hemat air atau tanam pohon, pasti ngefek banget!

BMKG juga ngasih data yang bikin merinding. Suhu bumi udah naik lebih dari 1,5 derajat Celsius dibandingkan jaman pra-industri, padahal target dunia cuma boleh sampe segitu di tahun 2100.

Tapi, tahun 2024 udah nyentuh angka itu! Akibatnya? Hujan lebat, banjir, tanah longsor, sampe kekeringan bakal makin sering. Belum lagi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang bikin hutan tropis Indonesia, salah satu yang terbesar di dunia, makin terancam.

Data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) nunjukin kalau karhutla pernah nyambar 4,5 juta hektar hutan di 1997, 2,6 juta hektar di 2015, dan 1,9 juta hektar di 2019.

Makanya, BMKG sering ngelakuin Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) buat ngurangin dampak karhutla. Tapi, kata Seto, hutan tropis kita juga punya potensi super buat nyerap karbon, sekitar 1,07 miliar ton per tahun kalau hutan masih utuh, dan

samsuhid Penulis lepas, web manager, pengusaha, kadang koresponden. Saya cuma suka berbagi hal-hal bermanfaat di dunia digital—nggak lebih, nggak kurang.