TPS Sandubaya: Incinerator Jadi Solusi Tumpukan Sampah
Lomboklite.com, Mataram - Kota Mataram masih berjuang mengatasi tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Sandubaya yang hingga kini belum terurai maksimal.
Kendala utama? Pembatasan waktu pembuangan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Regional Kebon Kongok yang hanya memperbolehkan pengangkutan hingga pukul 16.00 WITA. Hal ini membuat proses pengurangan sampah berjalan lebih lambat dari yang diharapkan.
Kepala Bidang Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kota Mataram, Vidi Partisan Yuris Gamanjaya, menjelaskan bahwa keterbatasan waktu ini menghambat ritase pengangkutan sampah.
"Kita hanya bisa buang maksimal dua kali sehari, padahal kalau bisa sampai empat ritase, tumpukan sampah bisa lebih cepat berkurang," ujar Vidi, Selasa (1/7/2025).
Ia menyebutkan, ritase pertama dilakukan pukul 08.00–09.00 WITA, dan ritase kedua dari pukul 12.00 hingga 16.30 WITA.
Sebagai solusi jangka panjang, Dinas LH Mataram kini tengah mempersiapkan penggunaan incinerator atau alat pembakar sampah di TPS Sandubaya.
Saat ini, jalur penempatan incinerator sedang dibangun dan menjadi prioritas. "Landasan incinerator sudah selesai, dan rencananya minggu ini alatnya akan dipasang untuk uji coba," tambah Vidi.
Langkah ini diharapkan mampu mempercepat penguraian sampah, terutama setelah pembatasan waktu di TPA Kebon Kongok menyulitkan pengangkutan.
Menurut Vidi, komunikasi dengan pihak TPA sudah dilakukan, namun permintaan penambahan waktu pembuangan belum membuahkan hasil. Alasan utamanya adalah kekhawatiran terhadap penolakan masyarakat sekitar TPA.
"Kami berharap TPA bisa kembali beroperasi tanpa pembatasan waktu, tapi untuk saat ini, kami optimalkan solusi dengan incinerator," ungkapnya.
Penggunaan incinerator ini diharapkan tak hanya mengurangi tumpukan sampah di TPS Sandubaya, tetapi juga menjadi langkah menuju pengelolaan sampah yang lebih modern dan ramah lingkungan di Mataram.
Dinas LH juga terus mengedukasi masyarakat agar memilah sampah dari sumbernya untuk mengurangi beban TPS. "Ke depan, kami ingin TPS bukan sekadar tempat pembuangan, tapi pusat pengelolaan sampah yang terintegrasi," tutup Vidi.



