Pengangguran Nasional Naik, NTB Justru Turun: Begini Strategi Baru Disnakertrans
Mataram – Saat secara nasional angka pengangguran merangkak naik 1,11 persen sejak Februari 2024, kondisi berbeda justru terjadi di NTB. Provinsi ini malah mencatat penurunan angka pengangguran terbuka secara konsisten sejak 2021.
Plt. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi NTB, Baiq Nelly Yuniarti, membeberkan bahwa pada Agustus 2024 lalu, angka pengangguran tercatat 2,73 persen. "Walaupun kecil, tapi trennya menurun terus sejak 2021," katanya dengan optimis, Rabu (7/5/2025).
Untuk mempercepat penyerapan tenaga kerja, Nelly menyebut Pemprov NTB mulai menerapkan pendekatan baru dalam pelatihan kerja. “Kita nggak asal gelar pelatihan lagi. Sekarang dilihat dulu kebutuhannya di lapangan, baru kita siapkan SDM-nya,” ujarnya.
Dengan cara ini, pelatihan yang diberikan bisa langsung mengarah ke peluang kerja nyata. “Kalau dulu pelatihan hanya sekadar program, sekarang harus nyambung ke industri. Kita kolaborasi juga dengan lembaga pendidikan supaya kurikulum mereka ikut menyesuaikan,” tambahnya.
Disnakertrans juga memperkuat koordinasi lintas daerah, seperti dengan Kabupaten Dompu, dalam rangka menyiapkan SDM lokal untuk peluang kerja di tambang Sumbawa Timur Mining (STM). “Kalau kita sudah siapin, industri nggak ada alasan ambil tenaga kerja dari luar,” tegasnya.
Namun, bukan berarti NTB bebas tantangan. Nelly mengingatkan soal potensi lonjakan pengangguran akibat kebijakan efisiensi anggaran dari pusat. “Sektor perhotelan mulai terasa dampaknya. Beberapa sudah kesulitan bayar pegawai. Kita siapkan Plan B, supaya tidak ada PHK besar-besaran,” ungkapnya.



