Rumah Subsidi 18m² Masih Wacana, Belum Ketok Palu
Ukuran rumah subsidi 18m² jadi wacana baru. Pemerintah tegaskan ini masih opsi, belum keputusan final. Siapa aja yang cocok? Simak penjelasannya!
Lombok Lite - Ukuran rumah subsidi 18 meter persegi bikin heboh jagat properti. Tapi tenang, ini belum jadi keputusan resmi, kok. Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) bilang ini baru sekadar opsi tambahan, bukan aturan final.
Hal itu disampaikan langsung oleh Dirjen PKP, Sri Haryati, setelah rapat koordinasi yang digelar bareng BP Tapera, perbankan, pengembang, dan asosiasi, Rabu 11 Juni kemarin. Intinya, pemerintah masih ngumpulin aspirasi dari berbagai pihak sebelum menetapkan ukuran rumah subsidi versi terbaru.
"Ini bukan keputusan final. Masih kita bahas dan nanti akan diputuskan melalui Kepmen (Keputusan Menteri)," ujar Sri santai.
Ia juga menambahkan, wacana rumah mungil 18m² ini bukan buat semua orang. Tapi lebih sebagai pilihan buat masyarakat yang baru mulai hidup berumah tangga, misalnya pasangan muda yang belum punya banyak tanggungan.
"Kalau anaknya sudah tiga ya pasti milih rumah yang lebih besar. Tapi kalau baru nikah, belum perlu luas-luas amat, dan cicilannya juga lebih ringan,” kata Sri.
Jadi bisa dibilang ini mirip kayak menu nasi rames – semua ada pilihannya. Yang butuh rumah kecil, ada. Yang mau ukuran standar, tetap tersedia. Bahkan opsi ukuran 36 m² di atas tanah 60 m² tetap jadi prioritas.
Kalau kamu tinggal di kota besar alias kawasan metropolitan, konsep ini bisa jadi solusi, terutama soal harga yang makin gak kejangkau. Pemerintah bakal sesuaikan harga dan desain supaya tetap manusiawi dan layak huni, meski ukurannya mini.
Sebelumnya, Menteri PKP Maruarar Sirait juga bilang kalau rumah subsidi versi 18m² ini rencananya memang hanya berlaku di kota-kota besar. Tujuannya? Supaya makin banyak warga urban bisa punya rumah sendiri meski lahannya terbatas dan harganya tinggi.
So, buat kamu yang lagi cari rumah, jangan panik dulu. Rumah subsidi masih dalam tahap evaluasi dan akan tetap hadir dengan banyak pilihan sesuai kebutuhan masing-masing.
Sumber: Asfar Muhammad Ibnu Zaki - Kantor Berita Antara



