Warisan Bisnis: Sritex dan Pelajaran dari Ambisi yang Kebablasan

Dari video Rhenald Kasali, kisah jatuhnya Sritex menjadi cermin bagi bisnis lain. Ambisi besar, utang menumpuk, dan tata kelola lemah bisa membawa malapetaka, seindah apa pun citranya.

Mei 27, 2025 - 13:09
Juni 8, 2025 - 06:46
 0  1

Sritex, raksasa tekstil Indonesia yang dulunya bersinar, kini justru tersandung utang dan nyaris tenggelam. Dalam video pendek di Instagram, Rhenald Kasali mengajak publik melihat kisah jatuhnya Sritex sebagai pengingat bahaya ekspansi bisnis yang tak terkendali.

Perusahaan yang awalnya stabil ini diwariskan ke generasi baru yang ingin cepat tumbuh. Sayangnya, pertumbuhan itu dikejar lewat utang demi utang.

Sementara pendapatan tidak mampu mengejar, beban bunga membesar. Situasi kian parah karena dana pinjaman justru digunakan untuk keperluan pribadi.

Rasio keuangan Sritex terus memburuk, tapi bank tetap mengucurkan pinjaman. Ini menjadi awal dari spiral yang menggerus pondasi keuangan mereka.

Di titik ini, Rhenald menyoroti pentingnya tata kelola yang sehat—bukan hanya jaringan kuat atau nama besar keluarga.

Sebagai perbandingan, Rhenald menyebut dokumenter Bad Boy Billionaire India di Netflix. Di sana, digambarkan bagaimana sebuah restoran yang tampak sukses dengan antrean panjang, ternyata dibiayai dari

shidayat Hobi menulis