Harga Emas Naik Turun Lagi, Pasar Masih Wait and See
Harga emas dunia goyah awal Juni 2025, dipicu tensi dagang AS-China & data tenaga kerja AS. Simak analisis dan prediksi dari para ahli!
Lombok Lite - Drama harga emas dunia terus berlanjut di awal Juni 2025. Emas sempat melonjak, lalu turun lagi, bikin para investor seperti nonton sinetron tanpa akhir.
Senin (9/6/2025), harga emas spot turun tipis 0,4% ke level USD 3.298,12 per ounce, sedangkan emas berjangka AS turun 0,9% menjadi USD 3.317,40. Turunnya harga ini terjadi seiring munculnya angin segar dari arah hubungan dagang Amerika Serikat dan China.
“Pasar kayaknya ogah ambil posisi agresif, nunggu hasil pertemuan AS-China di London,” kata Kelvin Wong, analis senior OANDA.
Sementara itu, laporan pekerjaan AS yang lebih baik dari prediksi juga bikin peluang pemangkasan suku bunga oleh The Fed jadi makin kecil. Pertumbuhan upah naik, tingkat pengangguran tetap 4,2%. Jadi, pasar sekarang lagi mikir keras: nunggu potong bunga atau tahan napas sampai data inflasi keluar?
Prediksi Harga Emas Minggu Ini
Minggu ini bisa dibilang “roller coaster” buat harga emas. Dari awal pekan di angka USD 3.307,44, sempat naik ke USD 3.390, lalu balik turun lagi. Posisi aman kayaknya di kisaran USD 3.300–3.400.
Para analis pun terbagi dua kubu: ada yang optimis harga emas bakal lanjut naik, tapi nggak sedikit yang bilang bakal turun lagi. Drama!
Yang Optimis: Emas Bakal Tembus Lagi
James Stanley dari Forex.com bilang, “Saya masih condong optimis. Emas cetak titik tertinggi baru, jadi bulls masih punya napas.” Dia percaya support kuat di angka USD 3.300 dan 3.280.
Yang Pesimis: Tahan Dulu, Bisa Turun Lagi
Adam Button dari Forexlive.com justru ngelihat tanda-tanda



