Kerja Bareng Gen Z: Blak-blakan Soal Tantangan Nyata

Kerja dengan Gen Z memang penuh tantangan. Dari isu mental health sampai budaya sosial media, semua dibahas blak-blakan di video ini. Tonton sampai habis!

Juni 4, 2025 - 08:22
Juni 8, 2025 - 06:19
 0  2

Kesalahan fatal kedua adalah  sifat naif Gen Z yang mudah menelan mentah-mentah informasi di media sosial.

Mereka sering menjadikan apa yang dilihat (misalnya gaya hidup mewah atau gaji fantastis) sebagai standar.

Raymond mengingatkan bahwa konten di media sosial adalah  versi terbaik yang sengaja ditampilkan dan seringkali memiliki tujuan tersembunyi (misalnya untuk pemasaran).

Ia mendorong Gen Z untuk  berpikir kritis dan mempertanyakan "mengapa" seseorang membagikan sesuatu, alih-alih mudah percaya.


3. Ingin Serba Instan

Terakhir, Raymond mengkritik keinginan Gen Z yang  serba cepat dan instan. Ia mengingatkan bahwa kesuksesan dan inovasi besar membutuhkan  proses, ketekunan, dan perjuangan.

Berbeda dengan generasi sebelumnya yang terbiasa bersusah payah, Gen Z cenderung mencari jalan pintas karena pengaruh teknologi dan media sosial yang menampilkan segala sesuatu seolah instan.

Raymond menegaskan, orang yang menampilkan kesuksesan instan itu pintar dalam memasarkan, tapi Gen Z yang mempercayainya tanpa berpikir kritis adalah yang "bodoh."


Meski demikian, Raymond Chin tetap  percaya pada potensi Gen Z. Ia berinvestasi pada karyawannya dengan memberikan masukan dan bimbingan.

Ia mengajak Gen Z untuk introspeksi diri, belajar dari pengalaman generasi di atas, dan menggabungkan kreativitas serta semangat belajar mereka dengan nilai-nilai ketekunan.

"Kalian boleh tidak setuju, tapi tidak setuju dengan  argumentasi yang kritis," tutup Raymond, menantang Gen Z untuk menunjukkan kecerdasan mereka dengan pola pikir yang matang.

shidayat Hobi menulis