Ancaman Selat Hormuz: Krisis Minyak Dunia Mengintai?

Ancaman penutupan Selat Hormuz oleh Iran bisa picu krisis minyak global. Harga minyak melonjak, ekonomi dunia terancam. Simak dampaknya!

Juni 23, 2025 - 20:41
Juni 23, 2025 - 23:07
 0  6
Ancaman Selat Hormuz: Krisis Minyak Dunia Mengintai?
Kapal tanker melintasi Selat Hormuz, jalur vital 20% pasokan minyak dunia yang kini terancam konflik geopolitik. (Foto:ChaatGPT)

Lomboklite.com - Ketegangan di Timur Tengah kembali bikin dunia was-was. Kali ini, sorotan tertuju pada Selat Hormuz, jalur sempit yang jadi urat nadi perdagangan minyak global.

Iran mengancam bakal menutup selat ini sebagai respons atas serangan udara Amerika Serikat (AS) ke fasilitas nuklirnya pada 21 Juni 2025. Apa artinya buat dunia? Krisis minyak global bisa jadi di depan mata!

Kenapa Selat Hormuz Begitu Penting?

Selat Hormuz, yang terletak antara Teluk Persia dan Teluk Oman, adalah jalur utama buat sekitar 20% pasokan minyak dunia, atau sekitar 18-20 juta barel per hari. Minyak dari raksasa seperti Arab Saudi, Kuwait, dan Uni Emirat Arab ngalir lewat sini menuju pasar global, terutama Asia dan Eropa.

Nggak cuma minyak, sepertiga gas alam cair (LNG) dunia juga lewat jalur ini. Kalau selat ini “macet”, dampaknya nggak main-main!

Harga Minyak Bisa Meledak, Ekonomi Dunia Terancam

Kalau Iran beneran nutup Selat Hormuz, harga minyak dunia diprediksi bisa melonjak drastis. Analis dari Goldman Sachs bilang, harga Brent bisa tembus USD 120 per barel kalau pasokan minyak turun separuh selama sebulan.

Bahkan, ada yang prediksi bisa nyentuh USD 150 per barel kalau gangguan berlangsung lama. Kenaikan ini bakal nyulut inflasi global, bikin biaya hidup naik, dan ngeganggu industri dari transportasi sampai manufaktur.

Negara-negara Asia, seperti China, India, dan Jepang, bakal kena dampak paling parah. China, misalnya, ngimpor 5,4 juta barel minyak per hari lewat selat ini. India juga bergantung banget, dengan 60% kebutuhan minyaknya dari Timur Tengah. Kalau pasokan terganggu, harga bahan bakar di pom bensin bisa melambung, dan industri mereka bakal goyang.

Indonesia Juga Kena Imbas?

Indonesia, sebagai importir minyak, nggak bakal luput dari efek domino ini. Ekonom dari Universitas Riau, Dahlan Tampubolon, bilang kalau Selat Hormuz ditutup, harga minyak mentah yang diimpor bakal naik, bikin biaya produksi BBM dalam negeri ikut melambung.

Ini bisa ngebebanin APBN, karena subsidi energi bakal membengkak. Belum lagi, harga barang pokok bisa ikut naik, ngegasin inflasi dan ngeberatin dompet rakyat.

Untungnya, PT Pertamina udah gerak cepat. Mereka ngalihin rute kapal tanker lewat Oman dan India buat ngamankan pasokan minyak. “Kami pastikan stok minyak Indonesia aman dan terkendali,” kata Vice President Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, pada 23 Juni 2025.

Apa Kata Analis?

Analis energi dari Sparta Commodities, June Goh, bilang risiko kerusakan infrastruktur minyak udah berlipat ganda gara-gara konflik ini. Meski ada jalur pipa alternatif, nggak semua ekspor minyak bisa dialihin kalau Selat Hormuz ditutup. Kapal tanker juga bakal ngindarin wilayah ini, bikin distribusi minyak makin susah.

Namun, ada yang bilang penutupan ini cuma gertakan. Senator AS Marco Rubio nyebut nutup Selat Hormuz bakal jadi “bunuh diri ekonomi” buat Iran sendiri, karena ekspor minyak mereka juga lewat sini. Analis dari Kpler, Matt Smith, setuju, bilang Iran bakal kehilangan pendapatan besar kalau nutup selat ini.

Apa yang Bisa Dilakuin?

Buat ngurangin risiko, banyak negara mulai nyari jalan keluar. India, misalnya, udah diversifikasi sumber minyaknya, kata Menteri Hardeep Singh Puri di akun X-nya. Indonesia juga disaranin buat ngegas pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT), seperti biodiesel, biar nggak terlalu bergantung sama minyak impor. “Ini momen buat kita percepat transisi energi,” kata Eko Listiyanto dari Indef.

Sementara itu, dunia cuma bisa nunggu keputusan akhir dari Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran. Sampai 23 Juni 2025, Selat Hormuz masih terbuka, tapi ketegangan geopolitik bikin pasar minyak deg-degan. Harga Brent udah naik ke USD 78,93 per barel, dan pasar saham global mulai goyang.

Konflik ini ngingetin kita betapa rapuhnya ketahanan energi dunia. Apa dunia bakal belajar dari ancaman ini, atau kita cuma nunggu bom waktu berikutnya? Kita lihat aja!

Referensi Tambahan
  • Penutupan Selat Hormuz Berpotensi Timbulkan Harga Minyak - Kompas.com Kompas
  • Iran Tutup Selat Hormuz, Dampak ke RI - Liputan6.com Liputan6
  • AS Serang Iran, Harga Minyak Meroket - Republika.co.id Republika
  • Penutupan Selat Hormuz Ancaman Pasokan Minyak - GoRiau.com GoRiau
  • Antisipasi Penutupan Selat Hormuz, Pertamina Alihkan Kapal - VOI.id VOI

samsuhid Penulis lepas, web manager, pengusaha, kadang koresponden. Saya cuma suka berbagi hal-hal bermanfaat di dunia digital—nggak lebih, nggak kurang.