Kesha Rilis Album Period 2025, Penuh Kebebasan Kreatif
Kesha kembali dengan album Period 2025, merayakan kebebasan kreatif di Kesha Records. Simak perjalanan, ulasan, dan tur dunia di artikel ini
Lomboklite.com - Popstar dunia, Kesha, kembali menggebrak industri musik dengan album terbarunya, . (PERIOD), yang resmi dirilis pada 4 Juli 2025.
Album ini bukan sekadar karya musik, tetapi juga simbol perjalanan panjang Kesha menuju kebebasan kreatif dan independensi.
Dirilis melalui label pribadinya, Kesha Records, album ini menjadi penanda era baru bagi penyanyi yang dikenal lewat hits seperti "Tik Tok" dan "Timber".
Kesha Album Period 2025 hadir dengan 11 lagu dalam versi standar dan 20 lagu dalam edisi deluxe yang rilis pada 8 Juli 2025. Mengusung genre pop, hyperpop, disco, hingga country pop, album ini menawarkan nuansa ceria sekaligus mendalam.
Single seperti "JOYRIDE" dan "YIPPEE-KI-YAY" mencuri perhatian dengan energi liar, sementara lagu seperti "Cathedral" menyuguhkan sisi emosional Kesha yang mencari kebahagiaan.
Perjalanan Menuju Kebebasan Kreatif
Kesha telah melalui lika-liku karier yang penuh tantangan. Sejak 2014, ia terlibat dalam sengketa hukum dengan produser Dr. Luke, yang berakhir dengan penyelesaian pada Juni 2023.
Setelah lepas dari RCA dan Kemosabe Records pada Desember 2023, Kesha mendirikan Kesha Records, memberinya kendali penuh atas karya seni yang dihasilkan. "Ini album pertama yang benar-benar bebas, secara hukum dan emosional," ujar Kesha dalam wawancara dengan media internasional.
Proses kreatif album ini dimulai pada Maret 2024, ketika Kesha menulis tiga lagu setiap hari, mencerminkan semangat barunya.
Ia berkolaborasi dengan produser seperti Zhone dan ibunya, Pebe Sebert, untuk menghadirkan suara yang autentik. Album ini, menurut Kesha, adalah "ruang aman" bagi pendengar untuk merayakan kebebasan dan jati diri.
Ulasan dan Sambutan Publik
Album Period mendapat sambutan hangat dari kritikus, dengan skor 75/100 di Metacritic. Media seperti The Guardian memuji Kesha karena kembali ke persona hedonisnya yang cerdas dan lucu, sementara Billboard menyebut album ini sebagai "kembalinya kegembiraan".
Namun, beberapa kritikus menilai pendekatan pop-nya terasa sedikit ketinggalan zaman dibandingkan album sebelumnya, Gag Order, yang lebih eksperimental.
Penggemar, yang akrab disapa "Animals", juga antusias menyambut album ini. Single "JOYRIDE", yang dirilis setahun sebelum album, menjadi lagu penyembuhan bagi Kesha dan penggemarnya, dengan nuansa pesta yang khas.
Tur Dunia The Tits Out Tour
Untuk mempromosikan Kesha album Period 2025, Kesha menggelar tur dunia bertajuk The Tits Out Tour, yang dimulai pada 1 Juli 2025 di Utah, Amerika Serikat. Tur ini menampilkan Slayyyter dan Rose Gray sebagai pembuka, serta kolaborasi spesial dengan Scissor Sisters.
Konser perdana di Utah First Credit Union Amphitheatre disambut oleh lebih dari 18.000 penonton, menunjukkan antusiasme besar terhadap kembalinya Kesha.
Tur ini bukan hanya soal musik, tetapi juga perayaan kebebasan. Kesha ingin setiap penonton merasa diterima apa adanya, menciptakan pengalaman konser yang inklusif dan penuh energi.
Makna di Balik Period
Nama Period sendiri punya makna ganda: tanda titik sebagai penutup masa lalu dan simbol kekuatan feminin. Album ini menandakan Kesha menutup babak sulit dalam hidupnya dan memulai era baru dengan penuh percaya diri.
Dengan Kesha album Period 2025, ia tidak hanya kembali ke akar pop-nya, tetapi juga menunjukkan evolusi sebagai seniman yang bebas berekspresi.



