Taylor Swift Kuasai Lagi 6 Albumnya, Karma Terbalas!

Taylor Swift akhirnya miliki kembali master 6 album awalnya! Dari kontrak remaja ke perjuangan epik melawan label lama & Scooter Braun

Juni 5, 2025 - 12:39
Juni 8, 2025 - 06:22
 0  2
Taylor Swift Kuasai Lagi 6 Albumnya, Karma Terbalas!
Taylor Swift sukses merebut hak atas 6 album awalnya lewat perjuangan panjang.

Taylor Swift akhirnya berhasil merebut kembali master 6 album pertamanya! Ini bukan cuma soal musik, tapi soal kendali, keberanian, dan… karma manis buat yang dulu meremehkan.

Awal Mula: Kontrak di Usia 15 Tahun

Tahun 2005, Taylor yang baru berusia 15 tahun menandatangani kontrak dengan Big Machine Records. Dari album Taylor Swift (2006) sampai Reputation (2017), semua laku keras. Tapi, sayangnya, master rekamannya bukan milik dia. Semua dikuasai label.

Masalah Master: Siapa yang Pegang Kendali?

Di industri musik, ada dua hak penting: hak cipta komposisi (lirik, melodi) dan hak master (rekaman final). Biasanya label yang pegang master karena mereka yang danai produksi. Nah, Taylor punya hak komposisi, tapi bukan master-nya.

“Saya tulis lagunya, tapi saya nggak punya kendali atas rekamannya.”
– Taylor Swift

Masuknya Scooter Braun, dan Drama Besar Dimulai

Tahun 2018, kontrak Taylor habis dan ia pindah ke Republic Records. Tapi, 2019, Big Machine dijual ke Scooter Braun — yang notabene "musuh" Taylor karena konflik lama soal Kanye West. Taylor makin kesal karena tak diberi opsi membeli master-nya sendiri.

Master 6 album awalnya—yang penuh kenangan dan hits besar—berpindah ke tangan Braun. Taylor merasa dikhianati dan memutuskan untuk melawan… dengan strategi.

Taylor’s Version: Strategi Jenius

Karna masih punya hak komposisi, Taylor rekam ulang semua lagu lamanya dan rilis ulang dalam versi baru: Taylor’s Version. Ini bukan cuma nostalgia, tapi juga cara agar fans bisa streaming versi yang benar-benar dia miliki.

Dan pada tahun 2025, akhirnya Taylor berhasil beli kembali master-nya dari Shamrock Capital. Karma? Bisa jadi. Tapi yang jelas, ini kemenangan atas nama kemandirian seniman.

Salut, Tay! Kamu bukan cuma penyanyi—kamu revolusioner.

Sumber: Kompilasi informasi dari Variety, Rolling Stone, dan Billboard.

shidayat Hobi menulis