Wamenkop Tinjau Koperasi Merah Putih di Lombok Timur, Target 80 Ribu Desa di 2025

Wamenkop Ferry Julianto kunjungi Desa Kembang Kuning, Lombok Timur untuk percepatan Koperasi Merah Putih. Target 80 ribu koperasi desa rampung legalitas pada Juni 2025.

Juni 3, 2025 - 22:25
Juni 11, 2025 - 21:51
 0  5
Wamenkop Tinjau Koperasi Merah Putih di Lombok Timur, Target 80 Ribu Desa di 2025
Wamenkop Ferry Julianto saat meninjau gerai Koperasi Merah Putih di Desa Kembang Kuning, Lombok Timur. (Foto: Kemenkop UKM)
desa dan kelurahan di Lombok Timur telah melaksanakan musyawarah khusus koperasi. Capaian legalitas juga menunjukkan progres cepat.

Status Jumlah Desa Persentase
Sudah berbadan hukum 56 desa 25%
Sedang proses pendaftaran 96 desa 62%

"Kami optimistis semua koperasi akan tuntas legalitasnya sebelum batas waktu," ujar Edwin penuh keyakinan.

Gubernur NTB: Koperasi Harus Jadi Tiang Ekonomi

Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal menegaskan pentingnya koperasi sebagai soko guru ekonomi nasional, seperti tertuang dalam UUD 1945. Ia menyebutkan bahwa negara seperti Turki dan Skandinavia sukses dengan koperasi, meskipun tak tercantum di konstitusi mereka.

"Jika koperasi kuat, ekonomi Indonesia akan tetap kuat meski ada gejolak."
Lalu Muhammad Iqbal, Gubernur NTB

Namun, ia mengakui banyak koperasi di NTB masih kesulitan. Dari hampir 5.000 koperasi, hanya 54% yang aktif. Masalah utamanya adalah likuiditas — lebih banyak pinjaman daripada simpanan. Solusinya? Pemprov NTB akan melatih manajer koperasi bersama Universitas Mataram.

Peran Penting Koperasi Merah Putih

Koperasi ini bukan sekadar badan usaha biasa. Fungsinya sangat strategis:

  • Memangkas rantai distribusi yang bikin harga barang mahal di desa
  • Menurunkan ketergantungan warga pada rentenir dan pinjaman online ilegal
  • Menyediakan akses layanan penting: toko, apotek, klinik, hingga gudang logistik

Ferry menekankan bahwa Koperasi Merah Putih bukan pesaing BUMDes. Keduanya bisa saling memperkuat, bersama UMKM dan BUMN yang ada di daerah.

"Ini adalah cahaya di ujung terowongan (light at the end of the tunnel) bagi ekonomi kerakyatan."
Ferry Julianto

Pemerintah berharap program ini menjadi pondasi kemandirian ekonomi desa, dan pemerataan pembangunan hingga ke pelosok-pelosok Indonesia.

Sumber: SelaparangTV

samsuhid Penulis lepas, web manager, pengusaha, kadang koresponden. Saya cuma suka berbagi hal-hal bermanfaat di dunia digital—nggak lebih, nggak kurang.