Wamenkop Tinjau Koperasi Merah Putih di Lombok Timur, Target 80 Ribu Desa di 2025
Wamenkop Ferry Julianto kunjungi Desa Kembang Kuning, Lombok Timur untuk percepatan Koperasi Merah Putih. Target 80 ribu koperasi desa rampung legalitas pada Juni 2025.
| Status | Jumlah Desa | Persentase |
|---|---|---|
| Sudah berbadan hukum | 56 desa | 25% |
| Sedang proses pendaftaran | 96 desa | 62% |
"Kami optimistis semua koperasi akan tuntas legalitasnya sebelum batas waktu," ujar Edwin penuh keyakinan.
Gubernur NTB: Koperasi Harus Jadi Tiang Ekonomi
Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal menegaskan pentingnya koperasi sebagai soko guru ekonomi nasional, seperti tertuang dalam UUD 1945. Ia menyebutkan bahwa negara seperti Turki dan Skandinavia sukses dengan koperasi, meskipun tak tercantum di konstitusi mereka.
"Jika koperasi kuat, ekonomi Indonesia akan tetap kuat meski ada gejolak."
– Lalu Muhammad Iqbal, Gubernur NTB
Namun, ia mengakui banyak koperasi di NTB masih kesulitan. Dari hampir 5.000 koperasi, hanya 54% yang aktif. Masalah utamanya adalah likuiditas — lebih banyak pinjaman daripada simpanan. Solusinya? Pemprov NTB akan melatih manajer koperasi bersama Universitas Mataram.
Peran Penting Koperasi Merah Putih
Koperasi ini bukan sekadar badan usaha biasa. Fungsinya sangat strategis:
- Memangkas rantai distribusi yang bikin harga barang mahal di desa
- Menurunkan ketergantungan warga pada rentenir dan pinjaman online ilegal
- Menyediakan akses layanan penting: toko, apotek, klinik, hingga gudang logistik
Ferry menekankan bahwa Koperasi Merah Putih bukan pesaing BUMDes. Keduanya bisa saling memperkuat, bersama UMKM dan BUMN yang ada di daerah.
"Ini adalah cahaya di ujung terowongan (light at the end of the tunnel) bagi ekonomi kerakyatan."
– Ferry Julianto
Pemerintah berharap program ini menjadi pondasi kemandirian ekonomi desa, dan pemerataan pembangunan hingga ke pelosok-pelosok Indonesia.
Sumber: SelaparangTV



