Gletser Kritis: 40% Hilang, Ancaman Kenaikan Permukaan Laut
Studi ungkap gletser dunia akan kehilangan 40% massanya. Memicu kenaikan permukaan laut yang tak terhindarkan. Dampak perubahan iklim global, bencana Swiss hingga risiko Indonesia.
Lombok Lite - Sebuah studi terbaru yang mengkhawatirkan telah dirilis oleh para ilmuwan, mengungkapkan bahwa gletser dunia berada dalam kondisi kritis dan diperkirakan akan kehilangan hampir 40% dari massanya dibandingkan ukuran tahun 2020.
Lebih mengejutkan lagi, para peneliti menyatakan bahwa proses ini sebagian besar sudah tidak dapat dihindari, bahkan jika kenaikan suhu global berhenti hari ini.
Penelitian ini menyoroti dampak mengerikan dari perubahan iklim yang sudah mulai terasa di berbagai belahan dunia. Dalam sebuah insiden tragis yang baru-baru ini terjadi di Pegunungan Alpen Swiss, gletser yang mencair menyebabkan desa di bawahnya hancur.
Meskipun sekitar 300 penduduk berhasil dievakuasi, beberapa rumah yang tidak terbakar habis oleh es, lumpur, dan bebatuan, justru terendam dan rusak parah. Satu penduduk masih dilaporkan hilang.
"Apa yang Anda lihat adalah sesuatu yang Anda tahu bisa terjadi, tapi ketika Anda melihatnya, itu benar-benar membuat Anda terpana," kata seorang saksi mata setelah insiden di Swiss.
Peristiwa serupa juga terjadi di Gletser Perito Moreno, Argentina, beberapa hari sebelumnya.



