Gudang Garam Hentikan Pembelian Tembakau Temanggung, Kenapa?

Gudang Garam hentikan pembelian tembakau Temanggung akibat penurunan penjualan rokok dan stok berlebih. Harga saham anjlok jadi penyebab. Simak info lengkapnya!

Juni 17, 2025 - 14:53
Juni 17, 2025 - 15:00
 0  4
Gudang Garam Hentikan Pembelian Tembakau Temanggung, Kenapa?
Petani tembakau di Temanggung menghadapi tantangan akibat keputusan Gudang Garam hentikan pembelian bahan baku. (Ilustrasi gambar dibuat oleh Gemini A!)

Lomboklite.com - PT Gudang Garam Tbk, salah satu raksasa industri rokok di Indonesia, baru-baru ini mengumumkan keputusan mengejutkan: Gudang Garam hentikan pembelian tembakau Temanggung untuk sementara waktu.

Kabar ini disampaikan oleh Bupati Temanggung, Agus Setyawan, setelah berkunjung ke kantor pusat perusahaan di Kediri, Jawa Timur, bersama anggota DPRD dan Komite Pertembakauan Temanggung pada Minggu (15/6/2025).

Menurut Agus, keputusan ini dipicu oleh dua faktor utama. Pertama, penurunan drastis penjualan rokok di pasar domestik yang membuat situasi bisnis kurang kondusif. Kedua, anjloknya harga saham Gudang Garam yang kini hanya Rp9.600 per lembar, jauh dari masa kejayaannya di angka Rp90.000. "Kondisi ini membuat perusahaan harus berhati-hati dalam pengelolaan bahan baku," ujarnya.

Selain itu, stok tembakau di gudang Gudang Garam ternyata sudah sangat melimpah. Berdasarkan informasi dari manajemen, persediaan saat ini cukup untuk memenuhi kebutuhan produksi selama empat tahun ke depan dengan tingkat produksi saat ini.

Hal ini memperkuat alasan perusahaan untuk menunda pembelian tembakau dari Temanggung, yang dikenal sebagai salah satu sentra tembakau berkualitas di Jawa Tengah.

Keputusan ini tentu menjadi tantangan besar bagi petani tembakau di Temanggung, yang selama ini menggantungkan hidup pada penjualan hasil panen mereka ke perusahaan seperti Gudang Garam.

Agus menyatakan bahwa pihaknya sedang mencari solusi jangka panjang, termasuk mendorong pengembangan kawasan industri tembakau lokal untuk mendukung UMKM dan petani.

Di sisi lain, kondisi ini juga mencerminkan tantangan yang dihadapi industri rokok nasional. Selain penurunan daya beli masyarakat, kenaikan tarif cukai rokok dan pergeseran tren konsumen ke produk alternatif seperti vape turut memengaruhi kinerja perusahaan.

Bagaimana nasib petani tembakau ke depan? Pemerintah daerah dan pusat diharapkan segera turun tangan untuk mencari solusi yang berkelanjutan. (sh)

samsuhid Penulis lepas, web manager, pengusaha, kadang koresponden. Saya cuma suka berbagi hal-hal bermanfaat di dunia digital—nggak lebih, nggak kurang.