The Salt Path: Film Tentang Bertahan Hidup yang Malah Kehilangan Arah?

Film The Salt Path mengangkat kisah nyata pasangan suami istri yang hidup di jalanan dan berjalan ribuan kilometer demi bertahan hidup. Tapi benarkah film ini seindah pesisir Cornwall atau justru membosankan? Baca review lengkapnya di sini.

Mei 27, 2025 - 13:38
Juni 8, 2025 - 06:41
 0  26
katanya tidur di tenda, dan wajah masih bersih walau tidur di tanah.

Realistis? Nggak juga. Namun, di tengah perjalanan berat itu, mereka bertemu beragam karakter: dari orang baik yang ngasih pasty gratis, sampai bangsawan sok yang nyodok pakai tongkat jalan.

Dialognya kadang menyentuh, kadang datar. Tapi yang jelas, jalan cerita terasa agak berputar-putar tanpa arah pasti.

Naskah, Visual, dan Masalah Fokus

Penulis skenario Rebecca Lenkiewicz berusaha menghindari jebakan klise genre “jalan-jalan sambil menemukan jati diri”, dan sedikit menyentil realitas Cornwall — yang indah untuk wisatawan, tapi salah satu wilayah termiskin di Inggris. Tapi sentilan ini terasa terlalu tipis, seperti sekadar lewat.

Secara visual, sinematografer Hélène Louvart menyuguhkan pemandangan pesisir Cornwall yang tentu saja menawan.

Tapi kalau hanya mengandalkan pemandangan tanpa cerita yang menggigit, hasilnya ya... Instagrammable, tapi kurang berkesan.

Kesimpulan: Cantik, Tapi Hambar

The Salt Path bukan film buruk. Tapi juga bukan film yang akan membekas lama setelah credits berakhir. Ceritanya terlalu melebar, ritmenya lambat, dan tidak memiliki momen klimaks yang benar-benar membuat kita merasa ikut berjalan bersama mereka.

Satu hal yang pasti: kita semua butuh jalan untuk sembuh. Tapi mungkin bukan lewat jalur film ini.

shidayat Hobi menulis